Sagu mempunyai peranan sosial, ekonomi, dan budaya
yang cukup penting di Propinsi Papua karena merupakan bahan makanan pokok bagi
masyarakat terutama yang bermukim di daerah pesisir. Pertanaman sagu di Papua
cukup luas, namun luas areal yang pasti belum diketahui. Flach (1983)
memperkirakan luas hutan sagu di Papua mencapai 980.000 ha dan kebun sagu
14.000 ha, yang tersebar pada beberapa daerah, yaitu Salawati, Teminabuan,
Bintuni, Mimika, Merauke, Wasior, Serui, Waropen, Membramo, Sarmi, dan Sentani Hutan
sagu merupakan komunitas yang terdiri atas campuran tanaman sagu dan tanaman
nonsagu.